rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Refleksi Tahun Baru Hijriah

Tidak terasa, bulan demi bulan, tahun demi tahun berlalu. Kita kembali memasuki bulan Muharram, menandai datangnya kembali tahun yang baru. Tidak seperti ketika datang Tahun Baru Masehi yang disambut dengan penuh semarak oleh masyarakat, Tahun Baru Hijrah disikapi oleh masyarakat kita biasa-biasa saja.
Memang, Tahun Baru Hijrah tidak perlu disambut dengan kemeriahan pesta. Namun demikian, sangatlah penting jika Tahun Baru Hijrah dijadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali kita saat ini. Tidak lain karena peristiwa Hijrah Nabi saw. sebetulnya lebih menggambarkan momentum perubahan masyarakat ketimbang perubahan secara individual. Peristiwa Hijrah Nabi saw. tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliyah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari peristiwa Hijrah Nabi saw.

Ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijrah tidak memberikan makna apa-apa bagi kita, selain rutinitas pergantian tahun, ini tentu tidak kita inginkan.
Peristiwa Hijrah paling tidak memberikan makna; Pertama, pemisah antara kebenaran dan kebhatilan, antara Islam dan kekufuran, serta antara darul Islam dan darul kufur, paling tidak, demikianlah menurut Umar bin Al-Khatthab ra. ketika beliau mengatakan : Hijrah itu memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. (HR.Ibnu Hajar). Kedua, Tonggak berdirinya Daulah Islamiyah (Negara Islam) untuk pertama kalinya. Dalam hal ini Muhammad Rasulullah saw. sendiri yang menjabat sebagai kapala nagaranya. Ketiga, awal kebangkitan Islam dan kaum muslim yang pertama kalinya, setelah 13 tahun sejak kelahirannya, Islam dan kaum muslim terus dikucilkan dan ditindas secara zalim oleh orang-orang kafir Makkah.
Oleh karena itu, agar kita dapat benar-benar mewujudkan kembali makna Hijrah yang sebenarnya, tidak lain kita (masyarakat muslim) harus segera melepaskan diri dari segala bentuk kezaliman sistem kufur dan kekuasaan negara-negara imperialis, yang nyata-nyata telah menimbulkan lumpuhnya sistem dalam berbagai bidang kehidupan kita, semua itu tidak lain hanya dapat diwujudkan dengan berhijrah menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Hanya dengan itu insya Allah, kita ummat Islam akan dapat berubah dari ummat terpinggirkan menjadi ummat yang akan meraih kembali posisi terhormat, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT : KALIAN ADALAH UMMAT TERBAIK YANG DILAHIRKAN UNTUK MANUSIA, MELAKUKAN AMAR MAKRUF NAHIMUNGKAR DAN BERIMAN KEPADA ALLAH (Q.S.3:110).

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar mu